Selasa, 18 September 2007

AKU BELAJAR MENGGENDONG BAYIKU


Rumahku berantakan sekali. Tanpa pembantu semua kukerjakan sendiri. Ada yang punya problem sama dengan saya. Awalnya saya panik, malu, setiap ada teman, saudara, tetangga datang menengok. Lama- lama saya pikir untuk apa saya memusingkan hal itu. Kesimpulannya, waktu saya dengan si kecil jauh lebih berarti dibanding mengerjakan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya.

Jangan kaget, kalau tiba- tiba anda jadi cuek dengan penampilan. Saya mengalaminya. Saya lebih nyaman mengenakan baju dengan kancing di depan untuk memudahkan saya menyusui putri saya. Dan akhirnya kesimpulan kedua, saya merasa kehadiran saya untuk putri saya jauh lebih penting dibanding penampilan saya yang berantakan.

Saya benar- benar terkagum kagum dengan kehadiran bayi mungil dalam pelukan saya. Bibirnya yang mungil menghisap lembut puting saya, saat menyusuinya saya merasa bahagia sekali. Barangkali itu juga dialami oleh anda. Namun ketika saya mencoba menggendongnya, jujur saya sangat khawatir. Bagimana tidak nyeri pasca caesar, membuat saya sangat berhati hati menggendongnya. Saya sangat takut dia jatuh. Sampai sayapun terbiasa.

Untuk anda yang baru belajar menggendong bayi, pastikan sebelum meraihnya, anda telah memegang kepala dan lehernya dengan satu tangan anda untuk meyokong tubuhnya, kemudian perlahan selipkan satu tangan lainnya di bawah punggung dan pantatnya untuk menyokongnya lebih kuat. Setelah itu anda boleh mencoba mengangkatnya. Jangan lupa kepala ada pada pundak kita dengan tangan kiri, dan tangan kanan menyokong lebih rendah pada bagian punggung dan pantatnya.Jangan lupa selalu sentuh bayi anda dengan lembut setiap kali menggendongnya.

Semoga anda tidak takut dan panik yah. Belajarlah dengan boneka sebelum anda melahirkan. Ketika anda sudah ahli, pasti anda akan seperti saya yang dengan bangga membawa putri saya dalam gendongan kemana saja.

Tidak ada komentar: